Wabah Corona, Singapura Antisipasi Kenaikan Penarikan Uang

Wabah Corona, Singapura Antisipasi Kenaikan Penarikan Uang

Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) meminta lembaga-lembaga keuangan di negara tersebut untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan uang dari nasabah akibat Virus Corona. Peningkatan permintaan uang bisa melalui tunai maupun sistem elektronik (online).

Imbauan dari bank sentral ini menyusul peningkatan status penyebaran Virus Corona di Singapura dari kuning menjadi jingga merujuk pada Kondisi Sistem Respons Wabah Penyakit (Disease Outbreak Response System Condition/DORSCON).

“Mengantisipasi dan bersiap untuk mengelola setiap peningkatan permintaan untuk layanan keuangan tertentu, seperti penarikan tunai atau layanan keuangan online,” ungkap MAS di situs resminya, Minggu (9/2).

Selain itu, bank sentral Singapura juga meminta lembaga keuangan untuk memantau dan mengatur kembali seluruh layanan operasional kepada nasabah. Begitu pula bila ada perubahan kebijakan dalam jangka pendek, misalnya pengurangan staf akibat wabah virus yang terus meluas.

“Segera memberi tahu pelanggan tentang ketersediaan layanan dan jam operasional,” tuturnya.

Otoritas moneter juga meminta lembaga keuangan agar meningkatkan kewaspadaan pada potensi serangan penipuan, penyalahgunaan, hingga pembobolan data dan saldo nasabah melalui dunia maya.

Sebab, kekhawatiran penyebaran virus di Negeri Singa bukan tidak mungkin membuat oknum-oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen ini.

“MAS mengingatkan lembaga keuangan bahwa mereka harus tetap waspada dengan meningkatkan keamanan di dunia maya karena ada kasus di mana ancaman ini mengambil keuntungan dari situasi ini untuk melakukan penipuan email, phising, dan serangan ransomware,” ujarnya.

Di sisi lain, bank sentral juga mengimbau masyarakat tidak memberi data nasabah kepada pihak mana pun. Termasuk oknum tidak bertanggung jawab yang bisa saja menyamar menjadi petugas dari Kementerian Kesehatan Singapura (Ministry of Health/MOH Singapura).

“MOH tidak meminta informasi keuangan selama melakukan pelacakan, dan masyarakat disarankan untuk memverifikasi keaslian panggilan telepon dengan hotline MOH (6325 9220) jika mereka memiliki keraguan tentang identitas penelepon,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Repubik Indonesia di Singapura meminta seluruh warga negara Indonesia di negara setempat untuk terus waspada menyusul peningkatan status wabah virus corona.

“KBRI mengimbau seluruh WNI di Singapura untuk tetap waspada,” kata Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana.

Singapura setidaknya sudah mencatat 33 kasus virus corona. Peningkatan status pun diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

3 Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Muda

Sun Feb 9 , 2020
Pernikahan adalah komitmen jangka panjang. Maka memersiapkan segalanya sangat penting. Salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan adalah masalah keuangan. Jangan sampai salah mengatur strategi membuatmu bertengkar dengan pasangan. Tahu tidak jika masalah terbesar dalam pernikahan adalah tentang keuangan. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka masalah yang terlihat sepele ini dapat menyebabkan […]