Tips Mengatur Keuangan Bagi Anda yang Berpenghasilan Tidak Rutin

Salah satu elemen penting dalam perencanaan keuangan keluarga adalah penghasilan. Penghasilan yang bisa diperoleh secara rutin dengan jumlah yang relatif sama bahkan cenderung meningkat akan sangat memudahkan bagi keluarga untuk mengelolanya. Namun, bagaimana bila penghasilan keluarga bersifat tidak rutin dengan jumlah yang berbeda-beda? Berikut tips mengaturnya!

Susun Anggaran Selama Satu Tahun

Apabila keluarga memiliki penghasilan yang tidak rutin, baik dari segi frekuensi maupun jumlah, maka wajib hukumnya untuk menyusun anggaran selama satu tahun. Anggaran ini mencakup jumlah penghasilan serta pengeluaran keluarga dalam satu tahun.

Dalam bagian penghasilan, Anda bisa merinci waktu-waktu ketika Anda menerima penghasilan dalam jumlah besar maupun waktu ketika penghasilan relatif ‘sepi’. Sementara, untuk bagian pengeluaran, Anda sebaiknya membuat empat kategori pengeluaran, yaitu pengeluaran wajib-tetap, wajib-tidak tetap, tidak wajib-tetap dan tidak wajib-tidak tetap. Pengeluaran wajib merupakan pengeluaran yang sudah pasti terjadi atau sudah menjadi komitmen, sedangkan pengeluaran tidak wajib merupakan pengeluaran yang bersifat opsional atau pilihan. Sementara, pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya selalu sama setiap waktu, sedangkan pengeluaran tidak tetap adalah pengeluaran dengan jumlah yang cenderung berubah-ubah. Prioritaskan pengeluaran Anda dari pengeluaran wajib-tetap hingga tidak wajib-tidak tetap.

Punya Minimal Tiga Rekening

Rekening pertama berfungsi sebagai penampung penghasilan. Rekening inilah yang Anda gunakan untuk menampung penghasilan tidak rutin, seperti pembayaran dari klien, bagi hasil dari bisnis, honor dari karya cipta, dan lain-lain.

Rekening kedua berfungsi sebagai dompet bulanan. Dana untuk rekening kedua ini diambil dari rekening pertama sejumlah pengeluaran bulanan yang sudah Anda susun dalam anggaran tahunan sebelumnya.

Rekening ketiga berfungsi sebagai Dana Darurat. Dana Darurat memegang peran yang sangat penting bagi keuangan keluarga, terutama bagi Anda yang berpenghasilan tidak rutin. Ada waktu ketika penghasilan Anda sedang ‘sepi’ dan dompet bulanan atau rekening kedua Anda tidak cukup terisi dana untuk membayar kebutuhan di bulan tersebut. Dalam keadaan ini, Anda bisa menggunakan rekening Dana Darurat untuk menutup kekurangannya. Anda bisa mengumpulkan Dana Darurat dari bagian penghasilan yang telah melebihi pengeluaran wajib tahunan Anda.

Selain ketiga rekening ini, Anda bisa membuat rekening lain, misal rekening untuk hobi, rekening belanja pribadi, dll. Namun, tentunya rekening ini baru mendapat jatah dana setelah dana untuk pengeluaran wajib sudah terpenuhi.

Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Sebagai seseorang yang berpenghasilan tidak rutin, Anda mungkin bekerja sebagai pekerja mandiri, pekerja lepas atau pemilik usaha. Berbeda dari karyawan yang memiliki proteksi kesehatan berupa asuransi dari tempat pemberi kerja, profesi-profesi tersebut tidak mendapatkan proteksi apa pun sehingga harus membeli asuransi sendiri. Prioritaskan untuk membeli asuransi kesehatan karena kesehatan menjadi modal kerja utama bagi Anda yang bekerja secara mandiri atau menjadi pekerja lepas. Jika Anda sudah memiliki tanggungan, maka Anda harus memproteksi penghasilan Anda dengan asuransi jiwa.

Hitung Seluruh Komponen Biaya Sekolah untuk Investasi Dana Pendidikan Anak

Masih ingat tentang inflasi biaya sekolah yang bisa mencapai 15% per tahun? Untuk bisa mengalahkan inflasi tersebut, Anda bisa menggunakan kendaraan investasi agar komitmen dana yang nanti akan digunakan untuk kebutuhan tersebut lebih kecil jumlahnya.

Perhitungan kebutuhan biaya sekolah untuk keluarga yang berpenghasilan tidak rutin agak sedikit berbeda dari keluarga yang memiliki penghasilan rutin. Dalam kasus ini, Anda harus menghitung seluruh komponen biaya sekolah anak yang akan dituju, baik dari uang pangkal, uang sekolah bulanan, biaya ekstrakurikuler, seragam, field trip, dan lain-lain. Lalu, jangan lupa untuk mengekskalasi biaya-biaya tersebut dengan tingkat inflasi di masing-masing sekolah. Jika tidak ingin terlalu repot, Anda bisa menggunakan tingkat inflasi pendidikan secara umum, yaitu 15% untuk jenjang Playgroup­ hingga SMA dan 10% untuk universitas di dalam negeri.

Perhitungan konservatif untuk dana pendidikan lebih baik dibandingkan perhitungan yang terlalu agresif yang justru mengakibatkan jumlah uang sekolah yang seharusnya disiapkan lebih kecil dibandingkan kebutuhan aktual.

Jangan Lupa Menyiapkan Dana Pensiun

Meskipun bekerja tanpa terikat dalam suatu entitas, Anda tak mungkin menghabiskan seluruh usia Anda untuk bekerja, bukan? Oleh karena itu, jangan lupa untuk menyiapkan dana pensiun secara mandiri. Apabila target masa pensiun Anda masih di atas lima tahun dari sekarang, gunakan aset investasi yang agresif, seperti reksadana saham, reksadana campuran dengan komposisi mayoritas di saham, properti dan bisnis. Namun jika target masa pensiun sudah di bawah lima tahun, Anda harus segera melakukan penyesuaian aset; aset mana yang akan digunakan untuk memberi penghasilan pensiun, aset mana yang masih akan bertumbuh untuk kebutuhan pensiun jangka panjang dan aset mana yang akan diwariskan. Perhatikan pula profil risiko Anda sebagai investor, apakah termasuk konservatif, moderat atau agresif. Jangan memaksakan diri untuk membeli suatu produk investasi karena mengikuti orang lain, namun sebenarnya profil risiko Anda tidak cocok dengan produk tersebut.

Semoga tips di atas bisa membantu Anda yang berpenghasilan tidak rutin dalam mengelola keuangan keluarga.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

4 Olahraga Terbaik untuk Menguatkan Jantung

Tue Oct 22 , 2019
Jantung Anda bertanggung jawab untuk menyalurkan darah ke seluruh jaringan dan organ. Setiap denyutnya, jantung memompa keluar darah beroksigen ke sistem peredaran darah. Semakin kuat jantung Anda, maka semakin baik ia mengerjakan tanggung jawabnya, dan latihan yang konsisten akan memiliki efek positif pada kekuatan jantung Anda. Kekuatan jantung ditunjukkan oleh […]
4 Olahraga Terbaik untuk Menguatkan Jantung