LRT Jabodebek Dioperasikan Tanpa Masinis

1

LRT Jabodebek Dioperasikan Tanpa Masinis

Hymar – Proyek Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek dioperasikan tanpa masinis, dimana LRT dioperasikan menggunakan teknologi tingkat otomatis Grade of Automation (GoA). Apakah GoA itu ?

GoA merupakan sistem otomasis yang dibagi menjadi beberapa level, yaitu GoA 1, GoA 2, GoA 3, dan GoA 4.
Pada GoA 1, semua sistem dioperasikan oleh masinis, sedangkan pada GoA 2 sistem operasi kereta yaitu penutupan pintu dan gangguan tetap dioperasikan oleh masinis, sisanya beroperasi secara otomatis.

Kemudian GoA 3 kereta beroperasi, bergerak dan berhenti secara otomatis tanpa driver, namun tetap ada train attendant pada operasi penutupan pintu dan gangguan. Tidak jauh berbeda dengan GoA 3, GoA 4 yaitu pada level ini seluruh sistem operasi kereta sudah bergerak secara otomatis.

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengatakan bahwa teknologi pengoperasian yang digunakan oleh LRT Jabodebek sudah jauh lebih maju dibandingkan dengan mass rapid transit (MRT) yang telah beroperasi dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Ia menggunakan moving block, tanpa masinis dan mesinnya dari dalam.

Trainset LRT sendiri diproduksi oleh PT INKA (Persero). Saat ini, jumlah trainset yang tersedia berjumlah 6 dan nantinya secara keseluruhan jumlah train set yang akan melayani LRT koridor Cibubur-Cawang berjumlah 31 trainset.

Zulfikri, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan  menjelaskan bahwa ada beberapa uji coba yang harus dilakukan hingga akhirnya sistem otomasi GoA 3 bisa beroperasi.

LRT Jabodebek Dioperasikan Tanpa Masinis

Banyak tahap pengujiannya hingga LRT Jabodebek dioperasikan tanpa masinis, awal uji sistem yang pertama untuk kereta uji dinamis, baru diuji secara statis di pabrikan, setelah itu uji dinamis, uji integrasi, karena nanti GoA 3 nanti ada interaksi dengan track, bebrapa bulan ini d uji dinamis dari tracknya dahulu.

Proses pengujian dengan track pun juga ada tahapan-tahapan tersendiri. Di awal pengujian, bakal dilakukan pengujian dengan tingkat otomasi GoA 0.

Hingga pada 2020 mendatang, baru kemudian seluruh proses kemudi dikendalikan secara otomatis di Operation Control Center (OCC) yang terletak di Depo LRT Cibubur yang hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.

Budi Karya menyampaikan tarif LRT nantinya akan dipatok Rp 12.000, untuk layanan dari Cibubur – Dukuh Atas. Tarif tersebut sudah merupakan tarif subsidi yang diberikan oleh pemerintah sebesar 50 persen. Pasalnya normalnya harga komersil dari LRT Jabodebek diperkirakan Rp 25.000.

Adapun Luhut mengatakan, rencananya pada November 2021 mendatang LRT Jabodebek sudah bisa dioperasikan untuk koridor Cibubur – Cawang. Sementara untuk rute hingga Bogor diproyeksi bakal rampung 2022. Sementara itu, tadi sudah dirancang, Pak Budi juga tadi menginformasikan bahwa dari sini sampai ke Bogor nanti cost nya akan 50 persen lebih murah, karena akan banyak diupayakan di darat

Baca juga :Ludes Terbakar 20 Rumah Semi Permanen di Cawang

admin

One thought on “LRT Jabodebek Dioperasikan Tanpa Masinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

6 Tips Kecantikan Kulit yang Patut Anda Ikuti!

Mon Oct 14 , 2019
Seperti apakah definisi kulit cantik berdasarkan persepsi Anda? Kalau menurut Anda kulit yang cantik itu harus putih seperti yang dimiliki aktris Korea, Anda salah besar! Kulit dianggap sehat ketika seluruh asupan nutrisinya tercukupi sehingga regenerasi sel bisa berlangsung dengan baik. Nah, untuk memastikan hal ini terwujud, Anda perlu melakukan 6 […]