Bagaimana Cara Tenaga Kesehatan Melindungi Diri dari Coronavirus?

Bagaimana Cara Tenaga Kesehatan Melindungi Diri dari Coronavirus?

Wabah novel coronavirus yang kini merebak di sejumlah negara bisa menjangkiti siapa saja, tidak terkecuali para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien. Kasus terparah dialami oleh Liang Wudong, dokter di salah satu rumah sakit di Wuhan, China, yang meninggal setelah merawat puluhan pasien terinfeksi novel coronavirus.

Sebelum meninggalnya Wudong, sebanyak 15 petugas kesehatan di China dilaporkan telah terinfeksi oleh novel coronavirus. Hal ini terjadi sebelum pihak pemerintah China mengumumkan bahwa virus berkode 2019-nCoV ini dapat menular antarmanusia.

Mencegah penularan novel coronavirus bagi tenaga kesehatan

1. Membatasi paparan patogen (bibit penyakit)

Sebisa mungkin, tenaga kesehatan perlu membatasi paparan patogen untuk mencegah penularan novel coronavirus. Pembatasan dilakukan mulai dari sebelum pasien datang, saat pasien dirawat, hingga setelah pasien pulang.

Sebelum pasien datang

Beritahukan pasien dan orang yang menemaninya untuk menghubungi tenaga medis bila mengalami gejala penyakit pernapasan. Mereka juga harus memakai alat pelindung seperti masker untuk mencegah penularan akibat batuk, bersin, dan sebagainya.

Saat pasien dirawat

Pastikan semua orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan mengikuti aturan kebersihan tangan, etika batuk, dan triase. Triase adalah prosedur seleksi untuk menentukan mana pasien yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Guna mencegah penyebaran, tenaga kesehatan harus segera mengisolasi pasien yang tersangka atau berisiko tinggi terinfeksi novel coronavirus, apalagi pasien yang telah terkonfirmasi positif. Imbau pasien agar mencuci tangan dengan benar dan tidak duduk berdekatan dengan pasien lainnya.

2. Mematuhi aturan pencegahan penyakit

Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah penularan penyakit, di antaranya:

Menjaga kebersihan tangan

Tenaga kesehatan harus mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan pasien, menyentuh barang yang mungkin terkontaminasi, dan memakai alat pelindung pribadi (sarung tangan, masker, dan sebagainya). Proses cuci tangan harus dilakukan dengan baik dan benar.

Menggunakan alat pelindung pribadi (APD)

Tenaga kesehatan harus menggunakan APD sekali pakai meliputi sarung tangan, gaun, masker, dan pelindung mata. Setelah keluar dari ruang perawatan, segera lepas APD dan buang mengikuti prosedur aman.

3. Mengelola pengunjung dan pergerakan dalam rumah sakit

Tenaga kesehatan harus memantau, mengelola, dan mengedukasi pengunjung untuk mencegah penularan coronavirus. Pengunjung yang melakukan kontak dengan pasien sebelum pasien dirawat berisiko tertular sehingga harus menjalani pemeriksaan.

Pengunjung tidak dibolehkan memasuki ruang perawatan pasien, kecuali atas kondisi tertentu yang disetujui rumah sakit. Sebagai contoh, pasien berada dalam kondisi kritis dan keberadaan pengunjung penting bagi kesejahteraan emosionalnya.

4. Melatih, mengedukasi, dan memantau kondisi tenaga kesehatan

Setiap tenaga kesehatan harus mendapatkan edukasi dan latihan tentang APD, serta memahami cara memakai APD sebelum merawat pasien. Mereka pun harus mengerti penanggulangan terhadap pakaian, kulit, dan lingkungan yang terkontaminasi.

Jika terdapat tenaga kesehatan yang diduga terinfeksi novel coronavirus, ia dibebaskan dari pekerjaan selama 14 hari untuk dipantau kondisinya. Tenaga kesehatan yang mengalami gejala penyakit pernapasan harus segera melapor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

5. Menerapkan pengendalian infeksi di lingkungan sekitar

Pastikan seluruh prosedur pembersihan dan desinfeksi dilakukan dengan tepat dan konsisten. Barang-barang yang sering disentuh harus dibersihkan dengan desinfektan sesuai standar. Pakaian, alat makan, dan sampah medis juga harus dibersihkan sesuai prosedur.

Tenaga kesehatan terpapar novel coronavirus setiap waktu sehingga mereka lebih berisiko tertular virus ini. Walau demikian, para tenaga kesehatan dapat mencegah penularan dengan mengikuti prosedur yang berlaku di rumah sakit.

Hingga hari ini (28/1), tenaga kesehatan yang terinfeksi di China pun dilaporkan tengah menjalani perawatan. Kesembuhan mungkin tidak datang dengan instan, tapi perawatan intensif dapat membantu para tenaga kesehatan untuk pulih secara perlahan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Kurang Tidur Bisa Bikin Otak Memakan Dirinya Sendiri?

Wed Jan 29 , 2020
Kurang tidur bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada yang dipicu oleh masalah insomnia, pekerjaan yang menumpuk, atau karena stres. Bahkan, ada yang sengaja begadang demi menonton acara televisi, bermain game, atau sekadar berkumpul dengan teman-teman. Masalahnya adalah dampak dari sering mengalami kurang tidur bisa sangat buruk bagi kesehatan. Dampak Kurang […]