Awas, Keuangan Bisa Memburuk Hanya Karena ini!

Malas merupakan salah satu sifat yang sangat membawa dampak buruk bagi setiap manusia. Sifat malas yang menjadi sebuah kebiasaan akan membawa pengaruh buruk dalam kondisi kehidupan di masa depan.

Salah satu contohnya, ketika rasa malas telah menjadi sebuah kebiasaan, maka keadaan finansial pun akan terpengaruh. Biasanya, punya kebiasaan bermalas-malasan dalam melakukan sesuatu menyebabkan pengeluaran membengkak.

Maka, jika ingin memiliki keadaan finansial yang baik dan stabil, ada baiknya untuk menghilangkan kebiasaan malas sebelum menjadi sebuah kebiasaan. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang bis membuat keuanganmu memburuk.

1. Masih Saja Enggan Investasi

Saat ini, di tengah harga kebutuhan sehari-hari yang melambung, melakukan investasi walaupun sedikit merupakan salah satu pilihan sangat bijak. Menyisihkan sebagian gaji bulanan merupakan pilihan tepat.

Tidak perlu harus nominal besar, uang seadanya pun tak mengapa, asal dilakukan secara teratur tiap bulannya. Investasi dapat berupa uang, deposito, emas, ataupun asuranSi pendidikan atau kesehatan.

Memiliki investasi akan sangat membantu di masa mendatang, karena segala sesuatu di masa depan telah dipersiapkan dari sekarang, sehingga akan mengurangi pengeluaran di masa mendatang.

2. Malas Mengembangkan Kemampuan Diri

Saat ini, persaingan tenaga kerja memang sangat ketat. Memiliki keterampilan tambahan tentunya menjadi pilihan positif untuk mempertahankan jabatan kerja atau mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Di perusahaan tempat bekerja, biasanya tak jarang diadakan pelatihan ataupun short course. Maka, ketika kesempatan tersebut ada, tak ada salahnya untuk memanfaatkan tawaran tersebut.

Kalau di kantor tidak ada program pelatihan, sebaiknya sisihkan dana untuk mengambil kelar kursus keterampilan tertentu di luar jam kerja. Dengan mengikuti pelatihan atau short course akan meningkatkan keterampilan diri, dan secara otomatis branding diri akan meningkat pula.

Banyak pilihan soft skill yang saat ini sangat dibutuhkan, dari kemampuan berbahasa asing, keterampilan dalam pengoperasian komputer, dan lain-lain. Ketika memiliki beberapa keterampilan yang dimiliki, maka akan terdapat peluang untuk promosi jabatan yang tentunya dapat memperbaiki keadaan finansial.

Maka, jangan takut untuk selalu mengikuti seminar, course, training, ataupun workshop yang diadakan oleh perusahaan. Atau tak ada salahnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan tadi secara mandiri, menggunakan uang pribadi.

Anggap saja uang yang dikeluarkan merupakan sebuah investasi yang akan menghasilkan manfaat di masa yang mendatang.

3. Membayar Orang Lain untuk Hal-Hal yang Bisa Dilakukan Sendiri

Selalu membayar orang lain untuk melakukan urusan rumah seperti bersih-bersih, memasak, mencuci baju, dan lainnya, sebenarnya bukan hal yang salah. Tapi jika semua itu masih bisa dilakukan sendiri, sebaiknya tidak mengeluarkan uang untuk hal ini.

Dengan begitu, uang yang akan dikeluarkan untuk membayar asisten dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, atau dapat ditabung untuk kepentingan di masa yang akan datang.

4. Enggan Mencari dan Melakukan Pekerjaan Sampingan

Bekerja sampingan mungkin kurang menarik bagi sebagian orang. Namun, sebenarnya bekerja sampingan tidak ada salahnya. Dengan dalih memanfaatkan waktu luang setelah berkerja atau saat weekend dapat menjadi alternatif untuk bekerja sampingan.

Saat ini banyak sekali jenis pekerjaan sampingan, misalnya bisnis online dan freelancer. Melakukan pekerjaan sampingan selain untuk mengisi waktu luang, tentunya juga menghasilkan uang.

Layaknya peribahasa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, maka dengan melakukan pekerjaan sampingan selain untuk mengisi kebosanan di waktu luang, juga mendapatkan penghasilan tambahan.

5. Tidak Ada Pencatatan Pengeluaran dengan Baik

Salah satu cara untuk selalu dalam keadaan finansial yang stabil yaitu dengan mengorganisir keuangan. Uang yang masuk, uang yang keluar, jumlah investasi, jumlah tagihan yang tiap bulan harus dibayar, dicatat dengan teratur dan runtut. Meskipun cara ini sangat membutuhkan kedisiplinan serta keuletan.

Ketika keuangan tidak terorganisir dengan baik, maka uang akan terasa cepat habis tanpa tahu kemanakah uang pergi. Selain itu, pengeluaran akan terasa besar karena tanpa adanya perencanaan terstruktur saat ingin membayar atau membeli sesuatu.

Bahagianya bila Keuangan Membaik

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai keadaan finansial yang selalu stabil, salah satunya dengan tidak bermalas-malasan. Bermalas-malasan akan menjadi habit yang sangat sulit dihilangkan jika dilakukan dalam waktu yang panjang.

Maka dari itu, di masa muda janganlah senantiasa untuk bermalas-malasan. Jangan sampai masa tua mendatang masih bekerja keras tanpa lelah untuk makan. Karena, masa tua merupakan masa untuk menikmati hasil jerih payah di masa muda dahulu.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ponsel Gaming Asus ROG Phone II Versi Indonesia

Mon Dec 2 , 2019
Hymar – Salam sobat semua, yang telah di nantikan dari ponsel gaming Asus ROG phone II versi Indonesia telah hadir di Indonesia. Pertama kali diumumkan pada September lalu, Asus ROG Phone II bakal segera menyapa konsumen gadget Indonesia pada awal bulan Desember mendatang. Perangkat dengan nomor model “ZS660KL” ini adalah […]
Ponsel Gaming Asus ROG Phone II Versi Indonesia