5 Alasan Gamer Rela Habiskan Ratusan Juta Beli Item Game. Dari Demi Passion, Sampai Mau Dijual Lagi

5 Alasan Gamer Rela Habiskan Ratusan Juta Beli Item Game. Dari Demi Passion, Sampai Mau Dijual Lagi

Satu hal yang mungkin sudah kita sadari bersama: kultur game masa kini itu sudah jauh berbeda sama bertahun-tahun lalu, saat orang main game semata-mata cuma buat senang-senang aja. Generasi 1990 sampai 2000-an pasti tahu game-game komputer jadul seperti Zuma, Super Mario, Tetris, 3D Pinball Space, dan lain-lain. Mungkin dulu kalian main game-game offline itu di ruang IT, pas lagi bosan-bosannya belajar di kelas. Sekedar melepas penat aja.

Tapi sekarang sejak game berubah jadi lebih interaktif, kultur para pemainnya juga ikut berubah 180 derajat. Yang awalnya orang main game cuma buat refreshing, sekarang jadi banyak juga yang menjadikannya sebagai lahan penghasilan utama. Nggak sedikit yang sampai rela keluar duit puluhan-ratusan juta demi membangun karakter canggih dalam game-nya. Kisah terbaru, sebagaimana dilansir dari Kumparan, ada gamer Indonesia yang rela habisakan ! Belinya pakai mata uang game sih, cuma beneran bisa dikonversi dan kalau dihitung item itu senilai Rp900 juta. Sebagai orang awam dalam dunia game online, yuk kita kulik bersama, sebenarnya apa sih alasan di balik jiwa konsumtif para gamers sampai rela menghabiskan duit (beneran) dengan jumlah banyak?

1. Alasan paling masuk akal, kecanduan. Orang yang sudah kecanduan biasanya memang seakan-akan terbutakan sampai rela melakukan apa saja biar kepuasan batinnya terpenuhi

Sama seperti pecandu narkoba, pecandu game akut pasti rela melakukan segala cara biar tetap bisa ngegame, apapun yag terjadi. Selain mengorbankan waktu, sekolah, bahkan keluarga, mereka juga banyak yang sampai mengorbankan duit. Rela bayar mahal –dari ratusan ribu sampai ratusan juta– demi memperlancar aktivitas nge-game. Mereka ini sudah menganggap game sebagai hobi dan passion, seperti pengakuan gamer bernama Dicky Asdo, yang dikutip Vice. Kalau ditotal, Dicky ini sudah mengeluarkan uang Rp500 juta cuma buat game lo!

2. Alasan lain, bisa jadi karena si gamer ini orang yang nggak sabaran. Daripada main susah-susah untuk mendapatkan item yang diinginkan, mending beli aja~

Setiap gamer pasti punya karakteristik masing-masing, ada yang waktu main tuh bisa sabar, ada juga yang memang nggak sabaran. Tapi sebagian besar dari mereka sangat kompetitif dan ingin selalu jadi yang terdepan. Maka dari itu, daripada harus main game secara repetitif atau berulang untuk mendapatkan item — banyak yang akhirnya memilih untuk langsung membelinya dengan mata uang game. Nah mata uang itulah yang bisa dibeli dengan mata uang beneran. Parahnya, kalau kebablasan ‘belanja’ item game, bisa jadi bangkrut beneran di dunia nyata.

3. Pada dasarnya, punya barang mahal memang bisa membawa ‘pride’ tersendiri. Ternyata ini juga berlaku di dunia game online. Makin canggih senjata/karakternya, makin bangga deh

Di kehidupan nyata, tiap kita punya barang mahal tuh sedikit banyak pasti ada kebanggaan tersendiri gitu kan. Sama seperti di dunia game online. Pemain yang punya item keren senilai puluhan atau ratusan juta, bakal dianggap ‘dewa’ bagi pemain lain. Ya semakin canggih senjata atau karakter yang dimiliki, kemungkinan dia menang juga pasti bakal lebih besar. Cocok nih buat orang yang memang dasarnya nggak mau kalah ‘kan~

4. Ada juga yang rela ‘jor-joran’ karena mikirnya bakal bisa balik modal. Wah, begini nih kalau otak bisnisnya jalan

Masih dari Vice, ada juga gamer yang rela modal duit banyak karena mikir toh duitnya bisa balik lagi. Tommy Nugraha, gamer 27 tahun ini mengaku bisa balik modal dengan menjual karakter, gold, atau item lain ke teman-teman gamernya. Tapi kalau kata Tommy, yang satu ini butuh pengalaman khusus. Anak kemarin sore sih mungkin belum bisa benar-benar menjadikannya lahan bisnis.

5. Bisa juga karena si gamer ini belum punya banyak tanggungan dan nggak tahu mau pakai duitnya buat apa selain buat ‘foya-foya’ di dalam game online

Nah, lain lagi sama pengakuan gamer 16 tahun seperti dikutip dari Ranker Karena merasa belum punya tanggungan apa-apa, dia jadi rela-rela aja menghabiskan duitnya buat kebutuhan ngegame. Memang lain ya sama gamer yang mungkin sudah berkeluarga, mereka harus mikir sekian kali tiap mau beli item-item mahal, belum lagi kalau pasangannya nggak mengizinkan.

Sebenarnya sah-sah aja sih orang yang menghabiskan uangnya buat kebutuhan ngegame, selama itu duit dia sendiri dan nggak merepotkan orang lain. Tapi pada kenyataannya, nggak sedikit anak-anak atau pelajar yang belum bekerja rela melakukan tindak kriminal demi bisa beli item-item keren dalam gamenya. Yang begini ini yang harus ditindak~

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Asus Zenfone 6 Resmi Meluncur di Indonesia

Fri Nov 15 , 2019
Hymar – Salam sobat semua, info handphone selular Indonesia dari Asus Zenfone 6 resmi meluncur di Indonesia. Seperti yang telah diketahui, Asus Zenfone sudah meluncur pertama kali di Spanyol pada Mei 2019. Akhirnya Asus Zenfone 6 diluncurkan di Indonesia hari ini Jumat(15/11/2019) dan menjadi alternatif baru di kelas smartphone flagship. […]
Asus Zenfone 6 Resmi Meluncur di Indonesia